Ditulis pada 23 September 2019 , oleh golda , pada kategori Activity, news, pelatihan

Penggunaan antibody monoclonal ini memang sudah digunakan secara luas di banyak Negara untuk terapi suatu jenis kanker darah. Banyak aplikasi dari penggunaan antibody Monoclonal, di antaranya sebagai bahan penting dalam penelitian, diagnosis klinis dan pengobatan. Antibodi Monoclonal sendiri merupakan antibody yang spesifik mengenali satu antigen, yang diproduksi dengan menggabungkan sel B (suatu sel imun) yang normal dengan sel myeloma dan selanjutnya dinamakan sel hibridoma.

Laboratorium Sentral Ilmu Hayati ( LSIIH – UB ) mengadakan kegiatan Inhouse Training yang bertemakan Hybridoma Technique in monoclonal antibody production. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari (19-20 Agustus 2019) di Narasumberi oleh Bapak Sabar Pambudi., PhD dari Laboratorium Biologi Molekular Kesehatan LAPTIAB BPPT Puspitek Serpong – Tangerang.

Pada Inhouse Training kali ini, Pak Sabar Pambudi., PhD memberikan 2 materi pokok. Materi pertama mengenai “Hands on fusi hybrodoma” membahas tentang teknik fusi antara sel B dengan sel myeloma yang akan menghasilkan hibridoma, kemudian dilanjutkan dengan praktikum langsung di Laboratorium

Meteri kedua, mengenai “Hands on limiting dilution”. Materi ini bertujuan untuk melakukan kloning secara limiting dilution yang nantinya akan memastikan suatu klon itu berhasil. Dari hasil cloning ini nanti, akan di dapatkan satu klon sel target yang nantinya akan di perbanyak. Harapannya, setelah mendapatkan banyak sel target hibridoma penelitian ini mampu untuk melanjutkan ke tahap pembuatan rapid test.

Acara ini dihadiri oleh 15 peserta yang terdiri dari dosen dan analis yang merupakan perwakilan beberapa Instansi di lingkungan Universitas Brawijaya, yaitu dari LSIH, Biosains, Fakultas Kedokteran, FMIPA Biologi dan Fakultas Peternakan.