Ditulis pada 3 October 2013 , oleh denny
LATAR BELAKANG

Pembangunan Ilmu Pengetahuan & Teknologi (IPTEK) sebagai bagian integral pembangunan nasional ditujukan untuk menjadi landasan ketahanan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Perkembangan IPTEK di bidang ilmu-ilmu dasar, pertanian, kedokteran serta ilmu-ilmu yang terkait saat ini sudah sedemikian pesat sebagai respon terhadap perubahan-perubahan dan pembaharuan yang terus berlanjut di era globalisasi ini. Riset dan pengembangan perlu terus dilakukan pada semua aspek kehidupan untuk bisa menjawab berbagai permasalahan kehidupan manusia yang makin kompleks.
Universitas Brawijaya sebagai salah satu Reasearch University dan/atau Interpreneur University dalam pembangunan IPTEK juga tidak terlepas dari tuntutan perubahan. Dengan demikian diperlukan inovasi dan ide-ide kreatif, peningkatan fasilitas dan kualitas sumber daya manusia, laboratorium yang memadai sesuai dengan perkembangan dan tuntutan jaman yang sekiranya akan lebih bermanfaat dan berdaya guna.
Berbagai kegiatan penelitian yang bersifat kompetitif yang dipercayakan kepada staf dan peneliti di lingkungan Universitas Brawijaya semakin meningkat, meliputi penelitian-penelitian Hibah Bersaing, Hibah Pasca, RusNas, Fundamental Research, Program Insentif: (a) Insentif Riset Dasar, (b) Insentif Riset Terapan, (c) Insentif Peningkatan Difusi dan Pemanfaatan IPTEK Sistem Produksi, (d) Insentif Percepatan Difusi dan Pemanfaatan IPTEK, dan (e) Insentif Riset Unggulan Strategis Nasional, Litbang Pertanian, LitBangKes, Risbin Iptekdok, dan lain-lain. Arah dari program penelitian tersebut di atas cenderung bersifat multidisiplin sehingga menuntut suatu kerjasama yang baik untuk bisa menyelesaikan permasalaan secara tuntas.
Permasalahan yang ada sementara ini adalah fasilitas dan sarana laboratorium pendukung penelitian tidak lengkap dan terpisah di berbagai fakultas dan masih belum menunjukkan kinerja optimal karena sering menghadapi birokrasi administrasi antar Fakultas/Jurusan/Laboratorium yang kadang-kadang masih membatasi kolaborasi kegiatan penelitian interdisipliner. Laboratorium sentral sebenarnya sudah ada di UB yaitu Lab. Sentral Pangan, lab sentral Biomedik, dan Lab Sentral BiomolSel tetapi pengelolaannya tidak terpadu dan diserahkan pada masing-masing fakultas yang mengelolanya. Di sisi lain fakta menunjukkan bahwa maintenance peralatan tertentu sangat mahal bila dikelola oleh laboratorium di tingkat Jurusan atau Fakultas, akibat manajemen peralatan yang tidak tertata dengan baik menjadikan alat terbengkalai, rusak karena tidak terpakai atau tidak terawat dengan baik sehingga penggunaannya menjadi tidak optimal.
Berdasarkan kondisi di atas, maka dipandang perlu dibuat suatu Laboratorium Sentral yang bertugas mengkoordinasikan dan mengakomodasikan manajemen laboratorium- laboratorium yang bersifat sentralistik dan terpadu pada tingkat Universitas Brawijaya. Pada tanggal 26 Juli 2007 Laboratorium Sentral Ilmu Hayati UB (LSIH-UB) telah diresmikan oleh Rektor UB yang diwakilkan kepada Pembantu Rektor I sebagai salah satu penunjang Tri Dharma PT dari UB.
Adapun simbol dari LSIH-UB telah dirancang oleh direktur LSIH-UB sendiri berupa 4 lingkaran merah yang menggambarkan interdisiplin dari berbagai ilmu pengetahuan yang akan selalu berputar dan saling berintegrasi dalam proses pendidikan, penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Tulisan LSIH-UB di bagian tengah menggambarkan bahwa peran LSIH-UB merupakan pusat penelitian dalam mengakomodasi serta memfasilitasi kebutuhan penunjang dari Tri Dhama Perguruan Tinggi khususnya di lingkungan UB.

Program Jangka Panjang

  1. Mengembangkan suatu Laboratorium Sentral yang terakreditasi secara nasional maupun berstandar internasional.
  2. Menjadi salah satu sentra laboratorium utama di Indonesia.

Program Jangka Pendek

  1. Memfasilitasi proses dan kegiatan pelaksanaan penelitian bagi para peneliti baik dalammaupun luar UB termasuk penelitian para peserta didik S1, S2 dan S3.
  2. Memberikan pelayanan/jasa/fasilitas peneliti-peneliti dari luar UB.
  3. Mengembangkan IPTEK dari berbagai disiplin dan bidang-bidang yang terkait ilmu-ilmu hayati, ilmu-ilmu dasar dan kesehatan
  4. Meningkatkan kemampuan dalam pemberdayaan masyarakat ilmiah melalui pengembangan dan pemecahan dengan menggunakan metode ilmiah.

Laboratorium

Laboratorium Sentral Ilmu Hayati terdiri dari satu kantor pusat di Gdg LSIH UB lt 2, dan 2 divisi yang meliputi :

  1. Divisi Teknologi Pangan di Lt. 3 gedung LSIH-UB.
  2. Divisi Biologi Molekuler dan Seluler di Lt. 2 gedung LSIH-UB

Fasilitas Fasilitas lain: ruang pertemuan, ruang baca, hot spot internet.

Fasilitas peralatan laboratorium seperti dalam katalog.

video: profil LSIH (indonesia)

video: LSIH (English)