Ditulis pada 24 September 2013 , oleh admin

Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawijaya (LSIH-UB) merupakan laboratorium bagian dari Universitas Brawijaya dibawah koordinasi langsung oleh Rektor dengan tugas mendukung penelitian dan penyelenggaraan pelayanan pengujian. LSIH-UB berdiri berdasar Surat Keputusan Rektor No: 368/SK/2007 tanggal 23 Oktober 2007. Kedudukan LSIH UB berdasar Pola Tata Kelola Universitas Brawijaya 2008 dalam Struktur Organisasi Universitas Brawijaya adalah Unsur Penunjang Pelaksana Akademik. Dalam melaksanakan tugasnya, LSIH-UB dilengkapi dengan peralatan penelitian yang mutakhir sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan IPTEK agar mampu menghasilkan karya ilmiah yang terakui secara internasional. Guna menunjang fungsi tersebut di atas maka laboratorium memiliki personil laboratorium yang tersertifikasi dalam ruang lingkup uji.

Sebagai unit pendukung Universitas, LSIH-UB mencatatkan prestasi dalam pelaksanaan penelitian yang handal. Prestasi LSIH-UB ini ditunjukkan dengan meraih akreditasi ISO 17025:2005 untuk Laboratorium Pengujian dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Akreditasi berlaku terhitung mulai tanggal 19 Januari 2012 LSIH-UB dengan ruang lingkup pengujian dengan nomor kode laboratorium LP-564-IDN.

Ringkasan berdasar tahun

Kejadian penting yang dialamiUBdan dapat dijadikan sebagai tonggak sejarah (Milestone) perkembangan UB adalah sebagai berikut:

2007:     LSIH – UB ditetapkan menjadi Laboratorium Sentral sebagai pengambangan dari Laboratorium Sental Ilmu dan Teknologi Pangan (LSITP) dengan memfokuskan pada bidang penelitian hayati termasuk pangan didalamnya.

2011:     LSIH – UB mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008

2012:   LSIH – UB meraih sertifikat ISO 17025:2005 untuk pengujian karyoytping darah manusia, analisis protein dan kadar air padaproduk tepung.